Polda Jateng–Kota Semarang,Monito-online.my.id – Memasuki hari kedua pelatihan Tim Negosiator, Polda Jawa Tengah semakin mematangkan kesiapan personel Polwan dalam mendukung pola pengamanan yang humanis dan berorientasi pada pendekatan dialogis. Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolda Jateng, Selasa (21/4/2026), menjadi bagian dari upaya Polda Jateng dalam menghadapi dinamika penyampaian aspirasi masyarakat secara damai dan konstruktif.
Pelatihan lanjutan ini menitikberatkan pada penguatan keterampilan praktis di lapangan, khususnya dalam membangun komunikasi efektif, mengelola emosi massa, serta menciptakan ruang dialog yang kondusif. Hal tersebut dinilai penting guna memastikan setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman tanpa mengabaikan hak berekspresi.
Dalam pelaksanaan hari kedua, para peserta terlibat dalam skenario simulasi yang lebih kompleks, mencerminkan situasi riil di lapangan. Mereka dilatih untuk mengidentifikasi potensi eskalasi sejak dini, menentukan strategi komunikasi yang tepat, serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam meredam ketegangan.
Pendekatan humanis menjadi fokus utama dalam pelatihan ini, di mana Polwan didorong untuk tampil sebagai komunikator yang mampu membangun kepercayaan publik. Dengan mengedepankan empati, bahasa yang santun, serta sikap profesional, negosiator diharapkan mampu menciptakan suasana yang sejuk di tengah potensi dinamika massa.
Instruktur dari fungsi teknis turut memberikan pendalaman terkait sinkronisasi peran antara negosiator dan satuan pengendalian massa (Dalmas), sehingga seluruh tindakan di lapangan berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan menghindari tindakan yang tidak diperlukan.
Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa pelatihan hari kedua ini merupakan fase penting dalam membangun pola pengamanan yang lebih adaptif dan humanis.
“Pengamanan modern tidak lagi mengedepankan kekuatan semata, tetapi mengutamakan komunikasi dan pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan. Polwan negosiator akan menjadi garda terdepan dalam membangun suasana yang kondusif melalui dialog yang efektif,” jelasnya pada Selasa (21/4)
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan diukur dari situasi yang tetap aman, selain itu juga di ukur dari bagaimana Polri mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui cara-cara yang profesional dan berempati.
“Melalui pelatihan ini, kami memastikan bahwa setiap personel memiliki sensitivitas sosial yang tinggi, mampu membaca situasi secara tepat, serta di harapkan dapat menghadirkan solusi yang tepat” imbuhnya.
Dengan penguatan di hari kedua ini, Polda Jateng optimistis Polwan negosiator dapat berperan optimal dalam setiap kegiatan masyarakat, khususnya dalam momentum penyampaian aspirasi, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai, dan berkeadilan dengan pendekatan yang humanis.
Mariyo